Sunday, April 26, 2015

Assalamu’alaikum kawan readers semua, kali ini aku bakal bawa topik tentang kolonialisme  dan imperialisme, khususnya yang ada diindonesia kaliam semua udah pasti tau kan kalo indonesia itu pernah mengalami masa kelam karena kolonialisme dan imperialisme,karna itu kita belajar ini sekarang untuk mengambil ibrah nya atau pelajaran-pelajaran yang ada pada masa itu. Let’s start

Kolonialisme
Kalian tau ga sih kolonialisme itu apa? Istilah kolonialisme berasal dari kata koloni, yang dalam bahasa Latin adalah colonia yang berarti tanah pemukiman atau tanah jajahan
Kolonialisme itu sebenernya punya keuntungan d.an kerugiannya loh guys bagi negara yang dijajahnya, mau tau? Niih infonyaa

Kerugian kolonialisme : 
·         Terkurasnya kekayaan alam utk penguasa kolonial 
Bener nih guys, kalo suatu Negara mengalami masa kolonialisme, udah pasti kekayaan alamnya akan terkuras ya karna emang itu tujuan utama mereka.
·         Perbudakan 
Belum puas nguras kekayaan mereka juga memperbudak kita loh guys terutama ya untuk apalagi kalo bukan mengolah alam dan memberikannya kepada mereka, jadi mereka mah Cuma merintah aja guys
·         Tanam paksa 
Kekayaan alam yang kita punya gasemuanya mereka butuhin, karna mereka hanya ingin beberapa tanaman aja, jadinya mereka memaksa kita untuk menanam tanaman tertentu deh
·         Hak rakyat pribumi terinjak-injak
Ini sih udah jelas, kita yang nanam tapi harus kita kasih kemereka dengan harga yang muraaaah banget, capek capek kita tanam penghargaan dari mereka ga memadai.
·         Tidak memiliki kebebasan hidup yg layak 
Ini juga udah jelas banget, dari tanaman mereka yang atur kalo kita gapunya lahan, mereka mewajibkan kita untuk jadi pekerja. Kebebasan hidup kita udah ga ada lagi ya kayaknya L

Walaupun sebagian besar kolonialisme itu merugikan ternyata ada beberapa hal yang mengontungkan looh, mau tau? Check this out!

Keuntungan kolonialisme : 

·         Adanya pembangunan jalur2 perdagangan 
Yap, dengan ini, perdagangan di Indonesia akan digalakkan dan pada akhirnya jalur perdagangan kita dibagun untuk memadai itu semua
·         Adanya bangunan2 megah dan mjdi peninggalan bersejarah saat ini 
Ini juga karna mereka dulu pasti butuh yang namanya gedung perkantoran untuk pemasaran hasil bumi kita itu guys
·         Pembangunan jalur rel kereta api 
Kebayang kan, Indonesia itu luas dan mereka butuh tanaman  yang letaknya diberbagai daerah, masa iya mereka mau pake mobil terus yang butuh waktu lama,karna itu mereka membangun kereta api untuk mempermudah itu semua
·         Masuknya ilmu pengetahuan modern 
Masa kolonialisme itu muncul kira-kira pada saat renaisence atau pada saat eropa itu lagi maju-majunya dalam bidang teknologi, so pasti, kalo mereka masuk ke Indonesia, yaa pasti adalah cipratan cipratan ilmu mereka yang kita dapet.
·         Masuknya sebagian kebudayaan barat yg bersifat positif spt alat musik, nyanyian, pakaian, perhiasan dll
Mereka gak mungkin ka nada diindonesia Cuma untuk kerja dan memerintah? Mereka pasti butuh hiburan, karna itu mungkin mereka ada yg bawa alat musik,pakaian dan perhiasan mereka untuk menghilangkan rasa suntuk mereka ada di Indonesia.

Imperialisme

Sekarang kita masuk ke imperialisme. kalian tau kan imperialisme dan kolonialisme itu beda,tapi kalian tau ga sih bedanya apa? Kalo kalian ga tau aku bakal jelasin sedikit nih tentang imperialism dan keuntungan serta kerugian yang ditimbulkannya.

Imperialisme,kata imperialisme berasal dari kata Latin "imperare" yang artinya "memerintah". "Imperialisme ialah politik untuk menguasai (dengan paksaan) seluruh dunia untuk kepentingan diri sendiri yang dibentuk sebagai imperiumnya. "Menguasai" disini tidak perlu berarti merebut dengan kekuatan senjata, tetapi dapat dijalankan dengan kekuatan ekonomikulturagama dan ideologi, asal saja dengan paksaan.

Perbedaan yang paling mendasar antara kolonialisme dan imperialisme adalah, kolonialisme mengambil seluruh kekayaan alam negara yang dijajahnya hanya untuk diri mereka sendiri dan tidak peduli dengan negara jajahannya sedangkan imperialisme,mereka mengambil kekayaan alam negara tersebut namun mereka juga berusaha mengembangkan negara yang dijajahnya. Ininih keuntungan dan kerugian imperialisme:

Kerugian imperialisme:

Pada zaman imperialisme, bangsa Indonesia mengalami keterpurukan baik itu dari segi ekonomi, fisik, dan spiritual. Bayangin aja guys kita dipaksa untuk bekerja keras dengan kecaman dan ancaman yang siap menerjang tubuh tapi hasil kerja kerasnya tidak bisa dinikmati bahkan sepersekiannya, semuanya untuk mereka. 

Selain itu, imperialisme juga mengeruk kekayaan alam bumi nusantara berupa rempah dan sebagainya yang menyebabkan rakyat semakin menderita apalagi ditambah dengan mengadu domba kerajaan-kerjaan yang ada di nusantara.

Keuntungan Imperialisme

Tidak hanya menyisakan duka, tapi imperialisme juga menyisakan peniggalan-peniggalan yang masih kita nikmati sampai sekarang yang berupa bangunan dan infrastruktur, seperti jalan raya, benteng, dan sebagainya.


Selain itu, imperialisme datang mengenalkan cara mengolah tanaman yang lebih modern sehingga berdampak pada arus pola pikir masyarakat dalam bertani.

Wednesday, March 4, 2015

Assalamu’alaikum wr.wb di artikel kali ini aku bakal mencelaskan sedikit tentang perbedaan candi-candi yang ada di Indonesia, ya tentunya aku gabakal ngejelasin perbedaan dari setiap candi yang ada doong bisagempor nanti, disini aku Cuma bakal ngejelasin perbedaan candi-candi antara candi hindu dan Buddha dan juga candi yang ada di jawa tengah dan jawa timur. Penasaran ga apa ajaa perbedaannya? Dan apasih perbedaan fungsi dari setiap perbedaan itu?mau tau? Lanjut baca yuk!

Candi-candi di Indonesia
Perbedaan Candi Hindu dan Buddha

Candi Jawa tengah

Candi di jawa tengah itu ternyata punya karakteristik yang bisa kita bedain dari candi di jawa timur loh guys, apa aja tuh? Ini dia rinciannya
1.       Bentuk bangunannya tabmun/ atau pendek dan besar
2.       Atapnya berundak undak
3.       Puncaknya berbentuk ratna atau stupa
4.       Gawang pintu atau relung berhiaskan kala makara
5.       Reliefnya timbulagak tinggi dan lukisannya bersifat alamiah
6.       Letak candi ditengah halaman
7.       Sebagian cesar candi menghadap ke timur
8.       Sebagian candi terbuat dari batu andesit
9.       Kebanyakan candinya merupakan penginggalankerajaan buddha

Candi Jawa Timur

Sekarang, apasih karakteristik candi di jawa timur itu? Apa beneran beda sama candi di jawa tengah? Ininih karakteristiknya
1.       Bentuk bangunannya ramping
2.       Atapnya merupakan perpaduan tingkatan
3.       Puncaknya berbentuk kubus
4.       Makara tidak ada, pintu serta relung hanya diambang atasnya yang diberi kepala kala
5.       Reliefnya timbul sedikit dan lukisannya simbolis menyerupai wayang kulit
6.       Letak candinya berada dibelakang halaman
7.       Sebagian besar candinya menghadap ke barat
8.       Sebagian besar candinya terbuat dari bata
9.       Kebanyakan candinya merupakan peninggalan kerajaan hindu


Naah kita udah tau kan kalo ternyata candi yangada dijawa tengah sama candi yang ada di jawa timur itutuh punya perbedaan yang bisa kita ciriin. Sekarang aku bakal bahas nih apasih perbedaan candi hindu dan candi Buddha, mau tau?Check it out!

Perbedaan Candi Hindu dan Candi Buddha

Candi hindu Buddha memiliki perbedaan yang sangat jelas dapat kita lihat, dari dari tujuan pembuatannya aja udah beda apalagi bentuknya pasti beda banget mau tau apa aja bedanya? Baca yuk!
1.       Candi Buddha

Candi peninggalan kerajaan Buddha memiliki berbagai karakteristik tersendiri yang mudah kita bedakan dengan kerajaan hindu, karakteristik itu adalah:
1.       Terdiri dari 3 bagian :
·         Kamadhatu : lambang perjalanan hidup manusia
·         Rupadhatu : gambaran hawa nafsu manusia
·         Arupadhatu : kehidupan manusia yang sudah meninggal
2.       Memiliki bentuk yang agak datar
3.       Terdapat stupa pada bagian tengah ataupun puncaknya
4.       Candi Budha arca yang dipasang terdiri dari beberapa kelompok yaitu kelompok Dyani Budha dan Dyani Bodhisatwa.
5.       Cerita yang sering ditampilkan di candi Buddha adalah Lelitavistara dan Avadana atau Jataka. 
6.       Candi Buddha dibuat hanya untuk tempat atau sanggar pemujaan dewa-dewa saja
Contoh candi bercorak Budha :
1.       Candi Borobudur(Magelang,Jawa Tengah),
2.       Candi Sewu(Klaten,Jawa Tengah),
3.       Candi Mendut(Magelang,Jawa Tengah),
4.       Candi Sanggrahan(Tulungagung,Jawa Timur),
5.       Candi Jago(Malang)

2. Candi Hindu

Nah, candi Buddha udah di jelasih tuh karakteristiknya sekarang karakteristik candi hindu yaa,mau tau kan?ini dia
1. Terdiri dari 3 bagian :
·         Bhuloka(bagian bawah) : lambang kehidpan dunia
·         Bhurvaloka(bagian tengah) : lambang alam penantian
·         Svarloka(bagian atas) : kehidupan para dewa
2. bentuk candinya tinggi dan menjulang
3. pada candi hindu tidak ada stupa karena bentuknya yang tinggi dan lancip
4.  Untuk Candi Hindu, hiasan arca yang digunakan adalah patu dewa Trimurti yaitu Brahma, Siwa dan Wisnu kemudian ditambah dengan Durgamashisasuramardini, Agastya dan Ganesha
5.  di candi hindu lebih sering menggunakan relief untuk menggambarkan cerita Ramayana dan Krisnayana
6. candi hindu digunakan untuk tempat memakamkan raja-raja atau menyimpan abu pembakaran jenazah raja
 Contoh candi bercorak hindu :
1.       Candi Prambanan(Jogjakarta),
2.       Candi Gedong Songo(Semarang),
3.       Candi Cangkuang(Garut,Jawa Barat),
4.       Candi Dieng(Dataran Tinggi Dieng),
5.       Candi Panataran (Blitar,Jawa Timur)

 Yaaa! Setelah kita membahas tentang perbedaan perbedaan candi-candi yang ada diindonesia, gimana sih menurut kalian candi diindonesia itu? Keren bukan? Naah setelah kita tau kalo ternyata sebagian candi itu marupakan tempat pemakaman raja-raja, kelian penasaran ga sih siapa aja raja raja yang pernah dimakamin atau abu jenazah raja-raja  yang disimpen di candi? Penasaran? Nih sekilas tentang itu

Raja-raja yang pernah dimakamkan di candi di Indonesia

1. Raja Udayana – Candi Gunung Kawi,Bali
2. Raja Kertanegara – Candi Jawi,Pasuruan
3. Raja Anusapati – Candi Kidal,Malang
4. Raja brawijaya – Candi Brahu,Trowulan
5. Jayanegara – Candi Antang Trawulan 
6. Sri jaya wisnuwardhana – candijago
7.  Sanggramawijaya (R. Wijaya) – Candi Simping

Ya itulah beberapa raja-raja yang pernah dimakamkan di candid an masih banyak lagi raja-raja yang pernah dimakamkan di candi.
Nah, sekian sudah penjelasan-penjelasan mengenai perbedaan dan sekaligus raja yang  pernah dimakamkan dicandi, semoga setelah membaca ini tumbuh rasa kecintaan kita terhadap budaya dan sejarah di Indonesia.  Mohon maaf apabila terdapat kesalahan informasi ataupun kata yang digunakan, sesuai kata pepatah “Tak ada gading yang tak retak”, wassalamu’alaikum wr.wb




Monday, March 2, 2015

Assalamu’alaikiun wr.wb
kali ini diartikel terbaru yang terbit pada tanggal 2 maret 2015 ini dengan bahasa yang berbeda dari artikel-artikel sebelumnya saya akan menjelaskan salah satu kerajaan di Indonesia yang saya sukai yaitu kerajaan sriwijaya. Kenapa saya memilih kerajaan sriwijaya? Karena kerajaan sriwijaya adalah sebuah kerajaan hebat yang mempunyai wilayah yang sangat luas bahkan sampai ke luar negeri dan juga sebagai kerajaan yang berhasil menguasai perdagangan di asia-tenggara. Mari kita bahas Kerajaan ini! Check it out!
Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya berasal dari kata sri yang berarti  bercahaya atau gemilang dan 'Wijaya' yang berarti kemenangan. Jadi Sriwijaya berarti kemenangan yang gemilang. Kerajaan ini berdiri pada abad ke 7 dengan raja pertamanya yaitu Dapunta Hyang.

Masa Kejayaan
Kejayaan kerajaan ini dicapai pada abad 9-10 Masehi. Dengan dikuasainya jalur perdagangan maritim di aasia tenggara. Antara lain: Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Filipina. Dengan Sriwijaya yangmendominasii selat malaka dan selat sunda menjadikan sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokan yang dikenakan bea cukai atas setiap kapal yang lewat. Sriwijaya mendapatkan kekayaannya dari  jasa pelabuhan dan perdagangannya melayani pasar Tiongkok dan India.

Keruntuhan Sriwijaya
Kenapa kerajaan Sriwijaya yang begitu hebat bisa runtuh? Ini semua disebabkan oleh banyak factor,diantaranya adalah:
1.      Serangan yang dilakukan oleh Rajendra Chola I, orang dari dinasti cholda di koromande,india selatan. Serangan tersebut membuat pasukan sriwijaya luluh lantah dan membuat perdagangan di wilayan Asia-tenggara jatuh pada Raja Chola. Namun serangan ini belum meruntuhkan kerajaan sriwijaya seutuhnya.
2.      Dengan melemahnya kekuatan militer sriwijaya membuat daerah-daerah taklukan sriwijaya melepaskan diri sampai muncul Dharmasraya dan Pagaruyung sebagai kekuatan baru yang menguasai kembali wilayah jajahan Sriwijaya.
3.      Dalam segi ekonomi, para pedagang yang biasa berdagang di kerajaan sriwijara berkurang karena daerah strategis yang dulu menjadi daerah taklukan sriwijaya jatuh ke tangan raja-raja sekitarnya
4.      Munculnya kerajaan yang kuat seperti Dharmasraya sampai menguasai sriwijaya seutuhnya.
Karena semua factor-faktor tersebut Kerajaan Sriwijaya pun akhirnya runtuh di tangan Kerajaan Majapahit pada abad ke-13.

Raja-raja yang pernah memerintah dikerajaan ini dari abad ke-7 sampai ke-13 masehi,adalah sebagai berikut :
1.       Dapunta Hyang Sri Jayanasa
2.       Sri IndravarmanChe-li-to-le-pa-mo
3.       Rudra VikramanLieou-t’eng-wei-kong
4.       Maharaja WisnuDharmmatunggadewa     
5.       Dharanindra Sanggramadhananjaya
6.       Samaragrawira
7.       Samaratungga
8.       Balaputradewa
9.       Sri UdayadityavarmanSe-li-hou-ta-hia-li-tan
10.   Hie-tche (Haji)
11.   Sri CudamanivarmadevaSe-li-chu-la-wu-ni-fu-ma-tian-hwa
12.   Sri MaravijayottunggaSe-li-ma-la-pi
13.   Sumatrabhumi
14.   Sangramavijayottungga
15.   Rajendra Dewa KulottunggaTi-hua-ka-lo
16.   Rajendra II
17.   Rajendra III
18.   Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa
19.   Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa
20.   Srimat Sri Udayadityawarma Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa


Kehidupan Sosial-Ekonomi dan Kebudayaan

Letak Sriwijaya itu sangat strategis yaitu di jalur perdagangan India-CIna.. selain itu sriwijaya juga berhasil menguasai selat malaka yang merupakan urat nadi perdagangan di asia tenggara sehingga Sriwijaya berhasil menguasai perdagangan nasional dan internasional. Dengan dikuasainya selat malaka mempunyai arti penting untuk sriwijaya sebagai kerajaan maritime,sebab banyak kapal asing yang singgah untuk menambah air minum,perbekalan makanan, dan melakukan aktivitas perdagangan.
Dalam bidang agama, kerajaan sriwijaya menjadi pesat agama Buddha yang penting di asia tenggara dan asia timur. Agama Buddha yang berkembang disini ialan agama Buddha Mahayana.


Ya! Sekian beberapa penjelasan singkat mengenai Kerajaan Sriwjaya. Semuga apa yang saya tulis kali ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian ,mohon maaf apabila mungkin ada kesalahan informasi yang ada pada artikel ini kerna sesuai pepatah “tak ada gading yang tak retak” ya sekian dari saya wassalamu’alaikum wr.wb


Friday, February 6, 2015

Pengaruh masuknya hindu-buddha terhadap masyarakat Indonesia
Dengan masuknya hindu-buddha ke Indonesia ternyata sangat mempengaruhi kebudayaan kebudayaan yang ada diindonesia sekarang ini ,mesuknya kebudayaan hindu-buddha ke Indonesia juga telah memperkaya perbendaharaan kebudayaan Indonesia. Berikut ini adalah pengaruh yang ditimbulkan oleh masuknya hindu-buddha di Indonesia:
1.    Bidang agama
Sebelum masuknya hindu-buddha masyarakat Indonesia menganut animism dan dinamisme , namun sejak kedatangan agama hindu-buddha ke Indonesia perlahan mempengaruhi agama yang masyarakat Indonesia anut, namun masyarakat Indonesia tidak langsung meninggalkankepercayaan mereka yang dulu iti melainkan pengaruh agama hindu-buddha menyebabkan percampuran diantara keduanya,ini semua dilihat dari segi pemujaan dewa-dewa dan roh nenek moyang.
2.    Bidang politik
Sebelum kedatanyan hindu-buddha system pemerintahan di Indonesia dipimpin oleh seorang kepala suku, namun ketika hindu-buddha dating dan berkembang diindonesiakepala suku pun mulai digantikan oleh seorang raja yang dianggan suci,kuat dan dipuja.
3.    Bidang sosial
Setelah masuknya hindu-buddha ke Indonesia, terjadi perubahan dalan tata kehihupan masyarakat Indonesia. Misalnya dalam hindu diperkenalkan system kasta,sedangkan dalam agama Buddha terdapat golongan biksu dan biksuni dan upsaka dan upsika, dan lain-lain
4.    Bidang arsitektur
Pengaruh hindu-buddha dalam bidang arsitektur dapat dilihat dari candi-candi yang ada diindonesia.candi yang ada diindonesia merupakan  perpaduan antara pengaruh dari india dan arsitektur zaman megalitikum. Seperti candi Borobudur yang bentuknya berundak-undak.
5.    Bidang seni
Seni di Indonesia juga mendapat pengaruh dari masuknya hindu-buddha ke Indonesia, terutama dalam seni rupa yang dapat kita lihat di relief-relief candi, seperti candi Borobudur dan patung Buddha berlanggam gandra di Kalimantan timur.
6.    Bidang bahasa, aksara, dan sastra
Pengaruh hindu-buddha dalam bidanbahasa dan sastra sangat terapa. Bahasa sansekerta dan huruf pallawa dari india menjadi tonggak sejarah Indonesia dari zaman praaksara ke zaman sejarah. Bahasa ini banyak digunakan oleh raja dan brahmana untuk mengabadikan suatu momen besar pada suatu prasasti
Dalam bidang sastra, negarakertagama karangan mpu prapanca dan sutasoma karangan empu tantular mendapat pengaruh dari hindu-buddha.
7.    Bidang pendidikan
Pengaruh ini dimulai dari datangnya pendeta india ke Indonesia. Kedatangan mereka yaitu untuk memberikn pendidikan mengenai agama hindu-buddha kepada masyarakat Indonesia, para pendeta tersebut kemudia mendirikan sebuah tempat yang disebut pasraman dimana masyarakat Indonesia dididik tentang agama dan ilmu pengetahuandan tempat ini juga mencetak lulusan yang terpelajar. Para pelajar ini kemudian menyebar hingga ke india untuk memperdalan agama hindu-buddha dan ketika kembali mereka menyebarkan agama tersebut dengan bahasa yang mudah dipahami.
8.    Bidang astronomi

Pengaruh astronomi disini lebih kepada system kalender,yaitu dengan adanya tahun saka yang biasa digunakan jawa dan bali dengan beberapa tambahan penanggalan lokal.

Thursday, February 5, 2015

Masuknya  hindu-budha ke Indonesia


Indonesia adalah salah satu negara yang mendapat banyak pengaruh dari berbagai negara, salah satunya india, indonesia mendapat banyak pengaruh tersebut terutama karena letaknya yang strategis terutama untuk pelayaran sehingga banyak orang dari luar negeri yang datang ke indonesia dan membawa pengaruh dari negaranya masing-masing, salah satunya adalah agama. dalam bahasan kali ini akan dijelaskan bagaimana agama hindu-budha dapat masuk ke indonesia sehingga banyak peninggalan peninggalan sejarah di indonesia yang memiliki corak hindu-budha.
Ada 4 teori yang menjelaskan tentang bagaimana cara masuknya hindu budha ke Indonesia,yaitu:

1. Teori Waisya
Teori Waisya yang dikemukakan oleh NJ. Krom menyatakan bahwa golongan Waisya (pedagang) merupakan golongan terbesar yang sangat berperan dalam menyebarkan agama dan kebudyaan Hindu-Budha. Para pedagang yang sudah terlebih dahulu mengenal Hindu-Budha datang ke Indonesia selain untuk berdagang mereka juga memperkenalkan Hindu-Budha kepada masyarakat Indonesia. Karena pelayaran dan perdagangan waktu itu bergantung pada angin musim, maka dalam waktu tertentu mereka menetap di Indonesia dan jika angin musim tidak memungkinkan untuk kembali. Selama para pedagang India tersebut tinggal menetap, sangat mungkin terjadi perkawinan dengan perempuan-perempuan pribumi yang akhirnya ia menyebarkan hindu budha itu kepada keluarganya. Dari sinilah pengaruh kebudayaan India menyebar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

2. Teori Ksatria
Teori ini berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh prajurit yang mengadakan ekspansi. Oleh sebab itu, teori ini sering pula disebut teori kolonisasi. Kelemahan teori ini adalah tidak ada bukti sejarah 
yang menunjukkan bahwa Indonesia pernah ditaklukkan India. tokoh yang mendukung teori Ksatria, yaitu:
  1. C.C. Berg menjelaskan golongan ksatria datang ke indonesia dan membantu kerajaan kerajaan dalam peperangan hingga menang dan sebagai hadiah dari raja para ksatria itu dinikahkan dengan putri-putri dari kerajaan yang dibantunya
  2. Mookerji mengatakan bahwa golongan ksatria dari Indialah yang membawa pengaruh kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia. menurutnya para ksatria yang datang ke indonesia membangun koloni atau kelompoknya sendiri sendiri diindonesia hingga kelompok tersebut mempengaruhi penyebaran hindu-budha di indonesia
  3. J.L. Moens menjelaskan bahwa proses terbentuknya kerajaan-kerajaan di Indonesia pada awal abad ke-5 ada kaitannya dengan situasi yang terjadi di India pada abad yang sama. Sekitar abad ke-5, ada di antara para keluarga kerajaan di India Selatan melarikan diri ke Indonesia sewaktu kerajaannya mengalami kehancuran. Mereka itu nantinya mendirikan kerajaan di Indonesia.
3.  Teori Brahmana
Teori ini dikemukakan oleh Jc.Van Leur yang menyatakan bahwa agama dan kebudayaan Hindu-Budha yang datang ke Indonesia dibawa oleh golongan Brahmana (golongan agama) yang sengaja diundang oleh penguasa Indonesia. Pendapatnya didasarkan pada pengamatan terhadap sisa-sisa peninggalan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia, terutama pada prasasti-prasasti yang menggunakan Bahasa Sansekerta dan Huruf Pallawa. Di India bahasa itu hanya digunakan dalam kitab suci dan upacara keagamaan dan hanya golongan Brahmana yang mengerti dan menguasai penggunaan bahasa tersebut.
sumber gambar: http://dedicatedkaurs.blogspot.com/
Teori ini mempertegas bahwa hanya kasta Brahmana yang memahami ajaran Hindu secara utuh dan benar. Para Brahmanalah yang mempunyai hak dan mampu membaca kitab Weda (kitab suci agama Hindu) sehingga penyebaran agama Hindu ke Indonesia hanya dapat dilakukan oleh golongan Brahmana.



Teori Masuk dan Berkembangnya Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia 4.  Teori Arus Balik
Teori ini dikemukakan oleh F.D.K Bosch yang menjelaskan peran aktif orang-orang Indonesia dalam penyebaran kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia. Menurut Bosch, yang pertama kali datang ke Indonesia adalah orang-orang India yang memiliki semangat untuk menyebarkan Hindu-Budha. Karena pengaruhnya itu, ada di antara tokoh masyarakat yang tertarik untuk mengikuti ajarannya. Pada perkembangan selanjutnya, banyak orang Indonesia sendiri yang pergi ke India untuk berziarah dan belajar agama Hindu-Budha di India. Sekembalinya di Indonesia, merekalah yang mengajarkannya pada masyarakat Indonesia yang lain.

4. Teori sudra 
Teori ini dikemukakan oleh banyak orang. Intinya adalah bahwa agama Hindu dibawa oleh kaum sudra yang datang di Nusantara untuk memperbaiki nasib. 

Berdasarkan beberapa teori yang ada, para ahli sejarah membuat 2 kemungkinan tentang masuknya hindu-budha di Indonesia, yaitu:
  • Bangsa Indonesia bersifat pasif. Hal ini memberikan pengertian bahwa masyarakat Indonesia hanya sekedar menerima budaya dari India. Dengan demikian akan menimbulkan kesan bila telah terjadi penjajahan / kolonisasi yang dilakukan bangsa India baik secara langsung maupun tidak langsung.
  • Bangsa Indonesia bersifat aktif. Hal ini memberikan pengertian bahwa masyarakat Indonesia sendiri ikut aktif dalam membawa dan menyebarkan agama dan budaya Hindu Budha di nusantara. Salah satu cara yaitu mengundang para brahmana dari India untuk memperkenalkan agama dan budayanya di Indonesia.